30.11.11

Memetik hikmah dari musibah

musibah adalah sesuatu yang biasa terjadi di dunia ini,,,,
ia datang silih berganti, tanpa bertanya maukah kita menjalaninya,,,,,
karna allahlah yang memberi, ia berhak menguji dan memberi cobaan kepada siapapun di muka bumi ini .....
banyak orang yang frustasi karna masalah, ada yang rela bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya, mengakhiri semua permasalahannya padahal itu adalah sebuah tindakan yang sangat bodoh, allah memberi kita masalah selalu ada jalan keluarnya meskipun tidak secepat yang kita inginkan namun percayalah semua akan baik2 saja,, all is well ^^

allah juga selalu mengatakan bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini pasti ada maksudnya, ada manfaatnya, naah, ini dia beberapa hikmah dari musibah antara lain :

1.     1.   Musibah yang menimpa orang beriman tidaklah sama dengan orang kafir
Musibah yang menimpa orang-orang yang benar di dunia ini bukanlah seperti yang menimpa para pelaku dosa, orang fasik dan orang zalim.
2.     2.   Musibah yang menimpa orang yang beriman senantiasa diiringi dengan keikhlasan
Musibah yang menimpa kaum mukmin selalu di barengi dengan keridhaan dan harapan ganjaran dari-NYA. Apabila kita tidak kuasa untuk bersikap ridha, maka mari kita berusaha bersabar, dan mengharapkan pahala lewat musibah itu. Sikap demikian dapat menghilangkan berat beban musibah yang tengah kita alami.
3.      3. Kesudahan yang baik itu bagi orang yang bertakwa
Bila seorang mukmin di sakiti dan dia mampu bersabar sesuai dengan ketaatan dan keikhlasannya maka keimanan membuatnya mampu memikul penderitaan tersebut, sekalipun orang lain tidak mampu untuk memikulnya. Kemampuan ini karena allah senantiasa melinduingi hambanya yang beriman dari bencana yang menimpanya.
4.    4.   Kekasih tercinta
Setiap kali rasa cinta bersemayam dan merasuk ke hati, maka allah akan merengkuh hati kita agar rasa sakit itu tidak begitu dalam.
5.      5.  Kehinaan karena bemaksiat lebih berat daripada ujian karena beriman
Al-Hasan menuturkan : Sekalipun menunggangi kuda turki gagah dan tangkas, dalam hati mereka tersimpan kehinaan maksiaat. Allah pasti menghinakan orang2 yang bermaksiaat kepada-Nya.
“Tertimpa musibah memang menyakitkan, tetapi tidak akan selamanya demikian. Musibah itu seperti tamu. Ia pasti akan meniggalkan kita. Sedikit demi sedikit menjauh lalu menghilang sampai akhirnya benar-benar tidak kelihatan.”
6.     6.   Ujian merupakan bagian dari kemenangan
Bencana dan ujian bagi seorang mukmin layaknya obat yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang jika di biarkan justru akan membahayakannya, mengikis pahalanya, dan menurunkan derajatnya.
Oleh karna itu, bencana dan ujian muncul untuk menghilangkan penyakit-penyakit tersebut dan mempersiapkannya guna memperoleh pahala yang sempurna, serta kedudukannya yang tinggi. Dengan demikian, adanya ujian dan cobaan ini jauh lebih baik daripada tidak adanya.
7.     7. Ujian merupakan suatu keniscayaaan
8.     8.   Berbagai hikmah ujian dan bencana.
a.       Membuat kaum mukmin bersemangat beribadah dan merendahkan diri kepada allah, tunduk dan membutuhkannya serta meminta pertolongannya untuk menghadapi cobaan tersebut
b.      Seandainya mereka selalu menang dan mendapatkan pertolongan, mereka akan bersikap angkuh dan sombong.
c.       Allah SWT menyukai hambanya yang selalu berupaya menyempurnakan ibadahnya, baik dalam keadaan senang maupun sulit, dalam keadaan sehat maupun sakit, kala jadi pemenang maupun pecundang.
9.     9.  Kehidupan dan kematian bertujuan untuk menguji manusia
Tujuan Allah SWT menciptakan langit dan bumi, kematian dan kehidupan, serta menghiasi bumi dengan segala isinya adalah menguji umat manusia dan mengetahui siapa yang mengharapkan dunia dan kesenangannya serta siapa saja yang justru mengharapkan-NYA dan ganjaran di sisi-Nya.
Jiak seseorang tidak pernah merasakan pahitnya sebuah penderitaan, engkau akan melihat hidupnya gelisah dan bingung, lantaran ia hanya menjalani satu kondisi yang statis dan membosankan. Berlama2 dalam suatu keadaan pasti akan memberatkan. Pergantian dari satu keadaan ke keadaan lainnya melahirkan satu kenikmatan, kegembiraan dan kesenangan tersendiri “
10.10.  Beberapa jenis ujian dan agama
a.       Ujian terhadap diri
b.      Ujian terhadap harta
c.       Ujian terhadap  kehormatan
d.      Ujian terhadap keluarga dan orang yang di cintai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar