Tampilkan postingan dengan label Sehat? harus donk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat? harus donk. Tampilkan semua postingan

30.11.11

STOP!! MINUM SAMBIL BERDIRI

.Islam melarang kita untuk minum sambil berdiri, seperti hadits di bawah ini
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah
berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.
Muslim dan Turmidzi)

bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila
kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Dan ternyata semua terbukti secara klinis
Bila kita minum sambil duduk ,air yang kita minum akan disaring oleh sphincter. Sphincter adalah suatu struktur maskuler ( berotot ) yang bisa membuka ( sehingga air kemih dapat lewat ) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.

Nah jika kita minum berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi langsung menuju kantung kemih sehingga terjadi pengendapan disaluran ureter. Limbah-limbah ( pengendapan ) yang menyisa diureter inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang merupakan salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Salah satu gejalanya adalah susah buang air kecil.
Namun tenang saja, semua bisa di atasi kog.....

Cara mengatasinya :
1. Biasakan minum sambil duduk
2. Perbanyak minum air putih


Jadi, batu ginjal itu bukan di akibatkan oleh kebiasaan buang air kecil yang selalu di tunda-tunda namun
juga karna kebiasaan minum kita yang sambil berdiri,,,, :))



4.3.11

4 makanan yang mengatasi Kembung

TRIBUNKALTIM.co.id - Paling tak enak bila perut terasa kembung, entah karena Anda baru makan makanan pedas, atau minum kopi pada perut belum terisi. Selain rasa tak enak yang diciptakan, perut Anda jadi membuncit.
Selain itu, menurut Timothy S. Harlan, MD, direktur medis di School of Medicine, Tulane University, cara terbaik untuk mencegah perut kembung adalah menghindari minuman bersoda, alkohol, dan makanan berlemak yang asin dan berminyak. Jenis makanan dan minuman ini bisa memperlambat lambung dan usus dari pengosongan.
Jika Anda akan menghadapi suatu perayaan dimana Anda akan mendapat beragam sajian makanan, Anda juga bisa melakukan langkah proaktif dengan mengonsumsi beberapa makanan yang bisa membuat perut Anda ringan. Berikut beberapa rekomendasi Harlan.
1. Pepaya
Enzim dalam pepaya mampu membantu memperbaiki pencernaan, demikian menurut sebuah penelitian. Campurkan pepaya yang sudah dipotong-potong dengan yogurt tawar untuk sarapan. Jika Anda berniat membuat semacam dessert, buat puding atau panna cotta (dessert Italia yang berupa krim yang dimasak) dengan saus berupa puree pepaya di atasnya.
2. Oatmeal
Menurut Harlan, dalam beberapa studi meta-analisa terakhir mengenai pencernaan, para peneliti mendapati bahwa dedak gandum sangat bermanfaat. Sarapan oatmeal sangat disarankan. Oatmeal juga bisa dicampurkan pada adonan untuk membuat kulit luar pai, sedangkan dedak gandum bisa dicampurkan pada susu yang Anda minum setiap hari.
3. Yogurt
Yogurt memang baik, tapi pastikan Anda membeli yogurt dengan bakteri yang masih aktif. Bakteri ini merupakan bakteri baik yang yang akan membantu Anda mencerna dengan lebih efisien, dan mencegah perut jadi kembung. Harlan menyarankan untuk memilih yogurt tawar organik (yang bisa dipastikan memiliki bakteri aktif), dan menghindari dari jenis yogurt yang berisi buah pada bagian dasarnya. Jika Anda membutuhkan rasa manis, campurkan sedikit selai strawberry.
4. Asparagus
“Ada beberapa data baru yang menarik tentang asparagus, yaitu yang mengindikasikan bahwa asparagus memiliki beberapa manfaat probiotik,” ujar Harlan. Dengan manfaat ini, asparagus bisa meringankan gas yang ada dalam perut. Selain itu, karena kandungan diuretiknya, Anda bisa mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh yang menyebabkan kembung. Jadikan asparagus sebagai bahan sup ala restoran Cina.

Bahaya Tahu Tempe Bagi Penderita Kanker

TRIBUNKALTIM.co.id - Tahu dan tempe yang berbahan dasar kedelai dikenal sebagai makanan murah dan mengandung banyak gizi. Konsumsi tahu dan tempe penting bagi wanita untuk memperlambat penuaan, terutama bagi wanita yang akan mengalami masa-masa menopause.
Akan tetapi, bagi penderita kanker  tertentu, konsumsi tahu tempe ini harus dikurangi karena bisa memicu pertumbuhan sel semakin cepat.
Hal ini disebabkan kandungan Phytoestrogen yang ada pada tahu dan tempe, yakni senyawa kimia hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia.
Karena itulah phytoestrogen dianggap bisa membantu menanggulangi masalah penurunan estrogen pada wanita. Namun, bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, konsumsi tahu dan tempe justru bisa memicu meningkatnya jumlah hormon estrogen dalam tubuh yang justru bisa merangsang penyebaran kanker lebih cepat.
“Meski tidak semua kanker payudara, namun ada jenis kanker payudara tertentu yang pertumbuhan sel kanker-nya justru dipengaruhi oleh estrogen. Untuk itu, bagi penderita kanker payudara disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung estrogen seperti tahu dan tempe, termasuk kulit ayam,” kata Ahli Kesehatan dan pemerhati gaya hidup lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegeoro Semarang, Dr. Grace Judio Kahl, Msc, MH,CHt dalam sebuah acara talkshow.
Meski tahu tempe berbahaya bagi penderita kanker payudara jenis tertentu, namun makanan yang mudah didapat dengan harga murah ini tetap memiliki manfaat. Khususnya bagi mereka yang tidak memiliki pantangan untuk mengonsumsi kedelai.
“Selektif dalam memilih makanan itu penting. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli gizi untuk membantu mengatur pola makan bagi Anda yang memiliki jenis penyakit tertentu,” katanya lagi. (vnc)