Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

24.2.12

Asmaul Husna besreta video lagunya

"ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH S.W.T.), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu." -(Surah Al-A'raf:180)

"Sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga" - Riwayat Bukhari


Berikut ini 99 asmaul husna ,,,
semoga kita menjadi hambanya yang lebih baik dengan menghafal asma allah ini

ALLAHU                  Artinya Yang mengeluarkan sekelian makhluk dari tiada menjadi ada.
AR RAHMAANU      Artinya Kasihsayang kepada hambaNya didunia.
AR RAHIIMU           Artinya Yang Kasihsayang kepada orang-orang mukmin pada hari Akhir

AL MALIKU             Ertinya Yang Mempunyai Kerajaan
AL QUDDUUSU      Ertinya Yang Maha Suci
AS SALAAMU          Ertinya Sejahtera daripada kekurangan
AL MU'MINU           Ertinya Yang Mengimamkan hambaNya
AL MUHAIMINU     Ertinya Yang Sangat Menyintai dan Memelihara.
AL'AZIIZ                   Ertinya Yang Menyalahkan.
AL- JABBAARU      Ertinya Yang Sangat Gagah.
AL MUTAKABBIRU Ertinya Yang Maha Besar.
AL KHAALIQU         Ertinya Yang Menciptakan MakhlukNya.
AL BAARI-U             Ertinya Yang Menerbitkan Makhluk.
AL MUSHAWWIRU  Ertinya Yang Merupakan Makhluk.
AL GHAFFAARU     Ertinya Sangat Mengampuni. 
AL QAHHAARU      Ertinya Yang Sangat Keras.
AL WAHHAABU      Ertinya Yang Sangat Memberi.
AR RAZZAQU          Ertinya Yang Sangat Memberi Rezeki.
AL FATTAHU         Ertinya Yang Membuka Khazanah Rahmat.
AL'ALIIMU               Ertinya Mengetahui.
AL QAABIDHU        Ertinya Yang Menggenggam, Menyempitkan Rezeki dan Menguranginya bagi seseorang yang disempitkan.
AL BAASITHU         Ertinya Maha Melapangkan.
AL KHAAFIDHU     Ertinya Yang Menurunkan.
AR RAAFI'U             Ertinya Maha Mengangkat.
AL MU'IZZU             Ertinya Maha Menang dan memberi kepada yang dikehendakiNya.
AL MUDZILLU         Ertinya Yang Merendahkan atau Menghinakan.
AS SAMII'U               Ertinya Maha Mendengar.
AL BASHIIRU          Ertinya Maha Melihat.
AL HAKAMU            Ertinya Yang Menetapkan Hukum-hukum MakhlukNya.
AL'ADLU                  Ertinya Yang Maha Adil.
AL LATHIIFU          Ertinya Yang Maha Halus.
AL KHABIIRU         Ertinya Yang Maha Mengetahui atau Waspada.
AL HALIIMU            Ertinya Maha Penyayang dan Penyabar.
AL'AZHIIMU            Ertinya Maha Agung.
AL GHAFUURU      Ertinya Maha Pengampun.
ASY SYAKUURU     Ertinya Yang Sangat Syukur.
AL'ALIYYU               Ertinya Yang Maha Tinggi Martabatnya.
AL KABIIRU            Ertinya Yang Maha Besar.
AL HAFIIZHU        Ertinya Yang Maha Memelihara.
AL MUQI ITU           Ertinya Yang menjadikan makanan.
AL HASIIBU             Ertinya Yang Menghisab atau Menghitung.
AL JALIILU               Ertinya Yang Maha Agung dan Mulia.
AL KARIIMU            Ertinya Mulia atau Yang Maha Pemurah
AR RAQIIBU            Ertinya Yang Maha Mengamati/Mengintai
AL MAJIIBU             Ertinya Yang Memperkenankan.
AL WAASI'U             Ertinya Maha Luas KepunyaanNya.
AL HAKIIMU            Ertinya Yang Maha Bijaksana
AL WADUUDU         Ertinya Maha Mencintai orang-orang yang beriman
AL MAJIIDU             Ertinya Yang Maha Mulia dan Maha Luhur.
AL BAA'ITSU           Ertinya Maha membangkitkan makhlukNya dihari kemudian.
ASY SYAHIIDU        Ertinya Maha Menyaksikan.
AL HAQQU               Ertinya Maha Besar.
AL WAKIILUbah.            Ertinya Maha Melaksanakan Urusan MakhlukNya.
AL QAWIYYU           Ertinya Yang Maha Kuat.
AL MATIINU            Ertinya Maha Sempurna KekuatanNya.
AL HAMIIDU            Ertinya Yang Terpuji
AL MUHSHII            Ertinya Yang Memperhitungkan setiap amal makhlukNya, dan Membalasnya.
AL MUBDI-U            Ertinya Yang Menzahirkan MakhlukNya.
AL MU'IIDU             Ertinya Yang Mengembalikan.
AL MUHYI                 Ertinya Yang Menghidupkan..
AL MUMIITU            Ertinya Yang Mematikan.
AL HAYYU                Ertinya Yang Hidup.
AL QAYYUUM          Ertinya Yang Berdiri Sendiri. 
AL WAAJIDU            Ertinya Zat yang menemukan apa yang Dia kehendaki.
AL MAAJIDU            Ertinya Maha Agung dan Mulia.
AL WAAHIDU          Ertinya Mendapat apa yang dikehendakiNya.
ASH SHAMADU       Ertinya Tempat bergantung bagi semua makhlukNya.
AL QAADIRU           Ertinya Maha Kuasa atas segala sesuatu.
AL MUQTADIRU     Ertinya Yang Sangat Kuasa.
AL MUQADDIMU    Ertinya Zat yang mendahulukan.
AL MUAKHHIRU    Ertinya Zat yang mengakhirkan.
AL AWWALU           Ertinya Yang terdahulu dengan tiada permulaan.
AL AKHIIRU             Ertinya Yang kemudian dan tiada berkesudahan.
AZH ZHAHIIRU       Ertinya Maha Nyata.
AL BAATHINU        Ertinya Zat yang Maha Ghaib.
AL WAALIYY            Ertinya Maha menguasai dan mengurus semua urusan makhlukNya.
AL MUTA'AALII      Ertinya Yang Maha Tinggi.
ALBARRU                Ertinya Yang Maha Berbuat Baik.
AT TAWWAABU      Ertinya Maha Menerima Taubat.
AL MUNTAQIMU     Ertinya Zat yang berhak membalas setiap perbuatan dosa dengan azabNya.
AL 'AFUWWU           Ertinya Yang memberi maaf.
AL MAALIKUL MULKI               Ertinya Zat yang mempunyai kekuasaan.
DZUL JALAALI wal IKRAAMI    Ertinya Zat yang mempunyai Ketinggian Kemuliaan yang Sempurna.
AL MUQSITHU        Ertinya Yang sangat Adil.  
AL JAAMI'U             Ertinya Yang Mengumpulkan.
AL GHANIYYU        Ertinya Yang Maha Kaya.
AL MUGHNII           Ertinya Zat yang memberi kekayaan
AL MAANI ' U          Ertinya Yang menolak bahaya dan lain-lain.
ADH DHAARU        Ertinya Yang menyampaikan mudharat.
AN NAAFI ' U          Ertinya Yang memberi manfaat.
AN NUURU              Ertinya Yang menerangi.
AL BADII ' U            Ertinya Yang menciptakan yang belum wujud sebelumnya.
AL BAAQII               Ertinya Maha Kekal.
AL WAARITSU        Ertinya Yang kembali kepadaNya sekali makhluk.
AR RASYIIDU           Ertinya Yang Memberi Petunjuk.
AS SABUURU           Ertinya Sangat Sabar.




selamat mendengarkan, semoga bisa diamalkan setiap hari ya,, aamiin :)







21.1.12

doa bisa mengubah takdir



Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam:
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a.
Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.”
 (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam.
Dengan do'a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah.
 Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu.
 Ia akan menjadi orang yang optimis.
 Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah.
Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
 janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani.
 Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun,
maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala.
Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas.
Pertama, ia akan mudah berputus asa.
Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan.
 Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia.
Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain.
Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik...!


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya,
 karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih.
 Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala.
Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan,
maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala.
Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda.
 Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku.
 Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku.
 Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku.
Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-bisa-mengubah-taqdir.htm

30.11.11

Memetik hikmah dari musibah

musibah adalah sesuatu yang biasa terjadi di dunia ini,,,,
ia datang silih berganti, tanpa bertanya maukah kita menjalaninya,,,,,
karna allahlah yang memberi, ia berhak menguji dan memberi cobaan kepada siapapun di muka bumi ini .....
banyak orang yang frustasi karna masalah, ada yang rela bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya, mengakhiri semua permasalahannya padahal itu adalah sebuah tindakan yang sangat bodoh, allah memberi kita masalah selalu ada jalan keluarnya meskipun tidak secepat yang kita inginkan namun percayalah semua akan baik2 saja,, all is well ^^

allah juga selalu mengatakan bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini pasti ada maksudnya, ada manfaatnya, naah, ini dia beberapa hikmah dari musibah antara lain :

1.     1.   Musibah yang menimpa orang beriman tidaklah sama dengan orang kafir
Musibah yang menimpa orang-orang yang benar di dunia ini bukanlah seperti yang menimpa para pelaku dosa, orang fasik dan orang zalim.
2.     2.   Musibah yang menimpa orang yang beriman senantiasa diiringi dengan keikhlasan
Musibah yang menimpa kaum mukmin selalu di barengi dengan keridhaan dan harapan ganjaran dari-NYA. Apabila kita tidak kuasa untuk bersikap ridha, maka mari kita berusaha bersabar, dan mengharapkan pahala lewat musibah itu. Sikap demikian dapat menghilangkan berat beban musibah yang tengah kita alami.
3.      3. Kesudahan yang baik itu bagi orang yang bertakwa
Bila seorang mukmin di sakiti dan dia mampu bersabar sesuai dengan ketaatan dan keikhlasannya maka keimanan membuatnya mampu memikul penderitaan tersebut, sekalipun orang lain tidak mampu untuk memikulnya. Kemampuan ini karena allah senantiasa melinduingi hambanya yang beriman dari bencana yang menimpanya.
4.    4.   Kekasih tercinta
Setiap kali rasa cinta bersemayam dan merasuk ke hati, maka allah akan merengkuh hati kita agar rasa sakit itu tidak begitu dalam.
5.      5.  Kehinaan karena bemaksiat lebih berat daripada ujian karena beriman
Al-Hasan menuturkan : Sekalipun menunggangi kuda turki gagah dan tangkas, dalam hati mereka tersimpan kehinaan maksiaat. Allah pasti menghinakan orang2 yang bermaksiaat kepada-Nya.
“Tertimpa musibah memang menyakitkan, tetapi tidak akan selamanya demikian. Musibah itu seperti tamu. Ia pasti akan meniggalkan kita. Sedikit demi sedikit menjauh lalu menghilang sampai akhirnya benar-benar tidak kelihatan.”
6.     6.   Ujian merupakan bagian dari kemenangan
Bencana dan ujian bagi seorang mukmin layaknya obat yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang jika di biarkan justru akan membahayakannya, mengikis pahalanya, dan menurunkan derajatnya.
Oleh karna itu, bencana dan ujian muncul untuk menghilangkan penyakit-penyakit tersebut dan mempersiapkannya guna memperoleh pahala yang sempurna, serta kedudukannya yang tinggi. Dengan demikian, adanya ujian dan cobaan ini jauh lebih baik daripada tidak adanya.
7.     7. Ujian merupakan suatu keniscayaaan
8.     8.   Berbagai hikmah ujian dan bencana.
a.       Membuat kaum mukmin bersemangat beribadah dan merendahkan diri kepada allah, tunduk dan membutuhkannya serta meminta pertolongannya untuk menghadapi cobaan tersebut
b.      Seandainya mereka selalu menang dan mendapatkan pertolongan, mereka akan bersikap angkuh dan sombong.
c.       Allah SWT menyukai hambanya yang selalu berupaya menyempurnakan ibadahnya, baik dalam keadaan senang maupun sulit, dalam keadaan sehat maupun sakit, kala jadi pemenang maupun pecundang.
9.     9.  Kehidupan dan kematian bertujuan untuk menguji manusia
Tujuan Allah SWT menciptakan langit dan bumi, kematian dan kehidupan, serta menghiasi bumi dengan segala isinya adalah menguji umat manusia dan mengetahui siapa yang mengharapkan dunia dan kesenangannya serta siapa saja yang justru mengharapkan-NYA dan ganjaran di sisi-Nya.
Jiak seseorang tidak pernah merasakan pahitnya sebuah penderitaan, engkau akan melihat hidupnya gelisah dan bingung, lantaran ia hanya menjalani satu kondisi yang statis dan membosankan. Berlama2 dalam suatu keadaan pasti akan memberatkan. Pergantian dari satu keadaan ke keadaan lainnya melahirkan satu kenikmatan, kegembiraan dan kesenangan tersendiri “
10.10.  Beberapa jenis ujian dan agama
a.       Ujian terhadap diri
b.      Ujian terhadap harta
c.       Ujian terhadap  kehormatan
d.      Ujian terhadap keluarga dan orang yang di cintai.